Bandara Frans Kaisiepo – Biak, Papua
| kondisi bandara |
Bicara tentang Indonesia bagian timur tepatnya didaerah Papua terdapat pulau yang bernama pulau Biak, pulau ini ternyata telah merasakan kerasnya pertempuran perang dunia ke dua Asia Tenggara yang dimulai sejak tahun 1939 hingga akhirnya Indonesia merdeka pada tahun 1945. Sebagai saksi hidup tempat terjadinya perang dunia ke dua di Asia Tenggara, pulau Biak ternyata banyak meninggalkan saksi – saksi bisu atau bukti – bukti bersejarah dipulau ini.
Salah satunya adalah Bandara Frans Kaisiepo, bandara ini dulunya dijadikan sebagai tempat landasan pesawat – pesawat tempur Belanda dan Jepang. Landasan yang pertama kali dibangun oleh Belanda seluas 2000m dan akhirnya diperluas lagi oleh sekutu (Jepang) dengan total luasnya 3570 x 45m, hingga sampai saat ini keberadaan landasan bandara bersejarah ini kini dikelola oleh Angkasa Pura I (AP I) masih tetap terpakai dan belum pernah ada perubahan landasan sama sekali.
Bisa dibayangkan betapa hebatnya landasan ini. Dibalik sejarah kuatnya landasan ini ternyata didukung oleh infrastruktur yang hebat yaitu tanah berkarang membuat landasan bandara Biak Frans Kaisiepo menjadi Bandar Udara Internasional, terbukti dulunya banyak pesawat dari Amerika selalu transit disini seperti jenis poker, air brush dan pesawat – pesawat besar lainya. Namun kini karena masalah sesuatu dan lain hal yang belum bisa terjawab dari pemerintah dan yang terkait didalamnya, menjadikan bandara ini hanya didarati oleh dua air lines terbesar Indonesia yaitu Garuda Indonesia dan Merpati Air Lines serta pesawat – pesawat kecil lainya yang transit berjenis baling – baling. Akan tetapi landasan yang dimiliki masih berstatus landasan Internasional.
Hal ini dibenarkan oleh Eduard Mirino selaku General Manager (GM) AP I Bandara Frans Kaisiepo, Biak – Papua. Nama bandara ini pun diambil dari nama tokoh pahlawan papua yang gigih, berani dan kuat berasal dari pulau Biak yaitu pahlawan Frans Kaisiepo. Eduard juga menambahkan bahwa Negara Rusia yang sudah meninjau langsung kehebatan dan kekuatan keberadaan landasan bandara biak, menginginkan bandara Biak yang bersejarah ini sebagai tempat peluncuran roket satelit yang dimiliki Rusia. Pengajuan permohonan penggunaan bandara sebagai tempat peluncuran roket satelit sudah dilakukan oleh pihak Rusia kepada pemerintah RI yang berwenang. (RQ)
| GM (berdasi) bersama para staff |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar